Udang Indonesia Masih Memimpin

udang

Data eksportir udang ke pasar Amerika Serikat (AS) April 2016 oleh National Marine and Fisheries Service (NMFS), menunjukkan posisi Indonesia masih berada di posisi teratas, dengan angka ekspor udang sebanyak 9.833 MT. Posisi teratas ini dialami Indonesia dari 2 bulan sebelumnya yakni dari Februari 2016. Meskipun bertahan 3 bulan berturut-turut, angka ekspor April 2016 mengalami penurunan yang sangat signifikan dibanding April 2015 lalu yang mencapai angka 11.640 MT. Namun, dibanding Maret 2016, terjadi peningkatan sebanyak 924 MT. Begitu pun, India yang selama beberapa bulan ini berada di posisi kedua setelah Indonesia. April 2016, India membukukan angka sebesar 7.676 MT, di mana jika dibanding April 2015 lalu terjadi penurunan sebanyak 3.111 MT, dan sebanyak 1.052 MT dari bulan sebelumnya.

Posisi berikutnya ditempati oleh Thailand yang menggeser Ekuador dengan angka 5.189 MT. Meskipun begitu, angka ekspor April 2016 tersebut turun dari bulan sebelumnya di mana Thailand berada di posisi 4 yakni  5.230 MT. Ekuador pada April 2016 membukukan angka sebanyak 4.966 MT yang juga mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebanyak 430 MT. Sementara Vietnam harus rela menempati posisi kelima sejak Januari 2016. April 2016, Vietnam membukukan angka 4.711 MT, naik sebanyak 268 MT dari bulan sebelumnya.

Pasar Jepang, berdasarkan data NMFS belum ada pergerakan harga baru. Data yang terpantau masih mengacu pada Maret 2016. Indonesia menempati posisi teratas dengan angka ekspor sebanyak 2.174.883 kg, disusul India sebanyak 1.712.731 kg, Vietnam 1.509.356 kg, Thailand 915.245 kg, dan Argentina 806.177 kg.

Pergerakan Harga

Di pasar udang AS, udang vannamei asal Indonesia mengalami kenaikan harga di setiap ukuran. Pada ukuran Un/15 dibanderol $ 6,55 per pound (0,45 kg), naik sebesar $ 0,05 per pound dari sebelumnya. Ukuran 16/20 naik sebesar $ 0,1 per pound dari sebelumnya, ukuran 21/25 naik sebesar $ 0,05 per pound dari sebelumnya, dan ukuran 26/30 naik $ 0,1 per pound dari sebelumnya.

Meskipun begitu, beberapa ukuran udang vannamei asal Indonesia mengalami selisih harga dibandingkan dengan udang asal India dan Thailand. Pada ukuran Un/15 selisih harga udang vannamei Indonesia dengan India dan Thailand lebih murah sebesar $ 0,2 per pound. Selisih harga $ 0,05 per pound lebih rendah terjadi pada vannamei asal Indonesia dengan vannamei India dan Thailand ukuran Un 16/20 dan 26/30, lalu selisih harga $ 0,15 per pound lebih rendah terjadi pada vannamei asal Indonesia dengan India, sera $ 0,2 per pound lebih rendah dengan Thailand ukuran 41/50.

Udang windu asal Indonesia juga mengalami selisih harga dengan India. Ukuran 6/8 terjadi selisih harga sebesar $ 0,15 per pound lebih rendah. Begitu pun ukuran Un/12, terjadi selisih harga sebesar $ 0,2 per pound lebih rendah, ukuran Un/15 selisih harga $ 0,25 per pound lebih rendah, dan ukuran 21/25 selisih harga $ 0,15 per pound lebih rendah. Sementara itu, harga udang windu asal Indonesia dan Thailand dibanderol sama di setiap ukuran, kecuali ukuran Un/15 terjadi selisih harga $ 0,1 per pound lebih rendah. trobos

*

*

Top